Jumat, 16 Januari 2015

wish in new years



HARAPAN DI TAHUN BARU
Pada tanggal 31 Desember 2014, aku dan kedua adikku beranjak dari rumah untuk pergi ke rumah sang nenek. Kami berangkat dari rumah pukul 18.00 WIB. Kami berangkat diantar oleh bapak. Sesampainya di rumah nenek, aku pun memiliki rasa senang dan juga sedih. Mengapa? Ya hal ini di karenakan akan berakhirnya tahun 2014 dan dalam pergantian tahun tersebut, masyarakat Indonesia sedang banyak tertimpa musibah. Musibah diantaranya tanah longsor yang terjadi di Banjarnegara dan juga jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di perairan dekat pangkalan bun.  Dengan adanya berbagai bencana tersebut, apakah kita sebagai orang yang bisa terhindar dari bencana tersebut akan bersenang-senang di atas penderitaan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah tersebut.
Hal yang harus kita lakukan ialah bersyukur kepada Allah atas terhindarnya dari marabahaya dan juga kita harus wajib mendoakan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah agar selalu tabah dan tawakkal dalam menghadapinya. Pergantian tahun ini paling banyak harapan yang harus dicapai. Harapan seseorang untuk dirinya, pasti harapan yang baik dan sangatlah baik.  Dengan adanya tahun baru, maka kita juga harus memiliki jiwa baru, perilaku baru, akhlak baru. Maksudnya ialah dalam pergantian tahun kita harus merubah sikap kita menjadi sikap yang lebih baik dan tidak pernah mengecewakan orang lain.
Adapun harapan saya di tahun yang baru ini, adalah :
-          Lebih berbakti kepada kedua orang tua
-          Merubah sifat buruk yang ada dalam diri saya menjadi sifat yang lebih baik
-          Berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam study
-          Mendapatkan nilai bahasa indonesia 85 keatas
Setiap tahun berganti berarti berkurangnya umur seseorang. Bagi akal dan jiwa yang sehat, jika umur yang dikurangi pasti akan bersedih, merenung, intropeksi, evaluasi, prihatin serta lebih berhati-hati dalam melangkah. Sangat aneh jika seseorang tahu bahwa umurnya berkurang malah jingkrak-jingkrak, tertawa senang, joged-joged, meniup teropet, nyalain kembang api sana sini, dan lain sebagainya. Kalau perlu kita periksa kesehatan akal dan jiwa, sehingga selalu terjaga dari segala perbuatan dan tindakan yang irrasional.
Allah berfirman : “Janganlah kamu ikut-ikutan terhadap segala sesuatu yang belum kamu miliki pengetahuannya, karena sesungguhnya pendengaran, penghlihatan dan hati akan diminta pertanggung jawabannya.” ( Q.S. Al-Isra’ (17) ayat : 36 )
Ada beberapa hal yang menjadi bahan renungan setiap mengakhiri tahun, agar kita mampu mempertanggung jawabkan akal fikiran serta jiwa kita dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Pertama, Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menyuruh kita berbuat dan bertindak Rasional, mengembangkan kreatifitas positif. Segudang kalimat perintah untuk mengaktifkan akal fikiran kita dalam Al-Qur’an bisa kita jumpai, misalnya “Apakah mereka tidak berfikir”, “Apakah kamu tidak memakai otak”, “Apakah kamu tidak memperhatikan”, “Apakah kamu tidak mentadabburkan” , “Apakah kamu tidak berjalan dimuka bumi kemudian perhatikan” dan sebagainya.
Perilaku irrasional yang bertentangan dengan akal dan jiwa yang sehat, tetapi jika dikemas sedemikian rupa dengan gebyar iklannya serta dilakukan banyak orang, bisa mematikan akal sehat. Sekedar contoh mengekspresikan kegembiraan lulus sekolah dengan corat-coret baju, jelas-jelas irrasional dan jaka sembung naik ojek. Faktanya dilakukan oleh hampir seluruh siswa, bahkan ada oknum guru yang ikut menandatangi di baju muridnya dengan spidol.
Begitu juga kalo ada orang dewasa meniup lilin pada kue ulang tahun, kemudian diberikan tepuk tangan? Di mana hebatnya? Biasanya tepuk tangan mengiringi prestasi, terus hebatnya dimana orang dewasa niup lilin? Kalau dijadikan simbol batas bertambahnya usia, lalu apa hubungannya batas usia dengan lilin? Nah loh makin banyak kebingungan jika kita mau bertanya kepada akal dan jiwa yang sehat.
Sebentar lagi kita akan menyaksikan di penghujung akhir tahun tengah malam orang-orang yang secara masal melakukan perbuatan dan tindakan irrasional, mulai dari jingkrak-jingkrak, menyanyi, berjoged, bakar kembang api, trek-trekan, konvoi malam, sampai kepada pergaulan bebas. Saat itu akal dan jiwa yang sehat semakin terkekang karena gebyar malam tahun baru didukung oleh media informasi yang sedemikian meriahnya.
Jika akal dan fikiran sehat sudah terkekang maka yang terjadi adalah nafsu semakin liar, buas, ganas, semakin tak terkendali. Mudah-mudahan kita masih punya akal sehat, jiwa bersih, fikiran kritis, sehingga kita mampu menangkap fenomena dan fakta apa yang sedang terjadi sesungguhnya. Mudah mudahan pula kita masih punya kekuatan untuk bisa berkorban apa saja dari segala yang kita miliki, demi keutuhan dan keselamatan keluarga kita. Aamiin..

Teks Prosedur Kompleks




Teks prosedur kompleks adalah suatu teks yang berisi tentang tujuan dan langkah-langkah membuat atau melakukan sesuatu yang disajikan dalam bentuk paragraph dan bahasanya rinci.
Berikut ini merupakan contoh salah satu teks prosedur kompleks :
“Mencari Best Friend ( sahabat/teman baik)”
-          Tujuan
1.       Memenuhi tugas bahasa Indonesia
2.       Memudahkan seseorang mencari sahabat/teman baik
-          Langkah-langkah
Pertama, kenalilah karakter-karakternya. Kedua, cobalah kamu ajukan beberapa pertanyaan tentang dirinya, agar kamu dapat mengetahui lebih dekat dengannya. Dengan mengetahui lebih dekat, kamu akan bisa menilai seberapa besar sifat baik dan buruk yang terdapat dalam dirinya. Ketiga, carilah informasi tentang dirinya dari keluarganya atau adiknya atau  pun dari teman-teman yang di sekitarnya, agar kamu tidak salah memilih. Keempat, buatlah sesuatu yang bisa mengejutkannya agar dia bias menunjukkan karakter yang dia punya. Apakah karakter yang kita ketahui itu benar atau tidak?. Kelima, jalinlah rasa persahabatan yang indah. Pentingkanlah sahabat terlebih dahulu dari pada teman yang sering ingkar padamu.


Kamis, 18 Desember 2014

Laporan Hasil Observasi

Benda di X MIA 4
Benda – benda yang ada di dunia ini memang bermacam – macam. Benda – benda yang akan saya amati ini berada di sekitar lingkup sekolah saya, lebih tepatnya di kelas X MIA 4. Benda – benda yang ada di MIA 4 ini juga beraneka ragam dan dapat dikelompokkan atas persamaan dan perbedaannya. Cara yang aakan kami lakukan ialah dengan mengelompokkan atau mengklasifikasikan.
            Benda – benda di dunia ini dkelompokkan menjadi dua, yaitu benda hidup dan benda mati. Macam benda hidup yang saya dapat dari hasil pengamatan ini ialah adanya hewan – hewan kecil, diantaranya semut, nyamuk, lalat, belalang, kucing, manusia, dan lain – lain. Sedangkan macam benda mati atau tak hidup, diantaranya kursi, meja, almari, papan tulis, tembok, sapu, dan masih banyak lagi.
            Pengelompokkan makhluk hidup(manusia) yang ada di X MIA 4 ditinjau dari
1.     Jenis kelaminnya, yaitu ada yang laki – laki dan perempuan. Jumlah anak perempuannya ada 16 anak dan anak laki-lakinya ada 10 anak.
2.     Tempat tinggalnya, yaitu ada yang berada di daerah kota dan di daerah kabupaten. Siswa X MIA 4 yang berdomisili di daerah kota itu lumayan banyak, diantaranya nurita, karin, aqil, dan lain-lain. Sedangkan yang berada di luar daerah kota atau yang berada di daerah kabupaten itu, diantaranya arinie, sofiana, sayekti, dan lain-lain.
Sedangkan pengelompokan benda mati atau benda tak hidup yang ada di kelas X MIA 4, juga dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.     Asal-usul bahan dasarnya.
Ditinjau dari asal-usul bahan dasarnya kita pasti telah menemukan suatu gagasan bahwa benda mati bias berasal dari kayu, air, es, batu, dan masih banyak lagi. Kita juga mengetahui contoh-contoh dari hasilnya yaitu : yang berbahan dasar kayu : kursi, meja, almari, garan sapu, frame, dan lain-lain.
Yang berbahan dasar dari batu : pot bunga, tata rambat, patung, dan lain-lain.

Dari data pengelompokan tersebut kita dapat mengetahui bahwa semua makhluk hidup dan benda mati di dunia ini sangatlah beragam jenisnya dan terdiri dari berbagai persamaan dan juga berbagai perbedaannya.


      

Teks Anekdot

Salah Tempat

            Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang bernama Hadi. Hadi sedang berada di suatu rumah sakit, tetapi ia belum sepeuhnya mengetahui tempat-tempat yang berada di rumah sakit tersebut. Pada seketika, hadi berjumpa dengan seseorang yang memakai jas putih dan berjalan seperti orang yang sibuk. Di sekitar tempat tersebut, banyak rang yang mondar-mandir. Hadi berfikir bahwa orang-orang itu adalah orang yang berkepentingan atau orang yang menunggu keluarganya yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut. Sedangkan orang yang memakai jas putih tersebut adalah seorang dokter, tetapi hadi mulai curiga akan tingkah dokter tersebut dan hadi pun merasa asing terhadapnya. Hadi teringat akan tujuannya dating ke rumah sakit tersebut, yaitu untuk melakukan pemeriksaan tubuh atau sering disebut check up. Hadi bertemu lagi dengan dokter aneh itu, dan hadi pun dilayani oleh dokter aneh tersebut. Seketika hadi diperiksa oleh dokter aneh itu, hadi mulai berspekulasi bahwa dokter tersebut sudah tidak waras. Hadi pun segera keluar ruangan tanpa se-pengetahuan dokter aneh itu, karena dokter itu sedang masuk ke dalam ruangan yang tidak jelas bagiku. Aku pun keluar dengan berjalan cepat, dan ketika sampai di depan rumah sakit tersebut ternyata aku baru menyadari bahwa aku masuk ke dalam rumah sakit jiwa khusus orang- orang gila. Bisikku dengan lirih bahwa aku telah di periksa oleh orang gila dan aku pun juga tak menyadarinya sejak awal.

Selasa, 09 Desember 2014

Pentingnya Persiapan Diri Menghadapi UAS

            Sebelas hari lagi, tepatnya 3 Desember – 12 Desember 2014, kita akan menghadapi Ulangan Akhir Semester (UAS). Untuk menghadapi UAS, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik. Berikut ini adalah sejumlah argumen mengapa kita perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi UAS.
            Pertama, agar mudah mengerjakan soal. Pada saat UAS telah tiba, pastinya kita akan mengerjakan banyak soal. Maka dari itu, agar kita lancar dan mudah dalam mengerjakan nya, kita harus belajar keras dan juga harus selalu bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan persiapan diri yang baik, kita tidak mungkin berhenti di tengah jalan dalam mengerjakan soal. Pasti kita akan selalu berambisi untuk mengingat apa yang telah kita pelajari dan kita persiapkan agar tidak pernah mengecewakan kedua orang tua dan guru kita.
            Kedua, terhindar dari kegiatan menyontek. Pada saat mengerjakan soal UAS jika kita tidak belajar maka kita akan bingung dalam menjawab soal, dan pasti ujung-ujungnya akan menyontek. Hal ini berbanding terbalik dengan kita, kalau kita telah mempersiapkan diri dengan baik kita akan bertindak jujur dalam mengerjakan soalnya. Dengan kejujuran kita dapat meraih apa yang kita inginkan dengan mudah.
            Ketiga, mendapatkan nilai yang maksimal. Keinginan seseorang dalam mendapatkan nilai yang maksimal tersebut sangatlah besar. Jika kita tidak pernah usaha untuk mendapatkan nilai maksimal tersebut, kita tidak akan pernah mendapatkannya. Maka dengan itu, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh dan persiapkanlah diri kita sebaik mungkin.
            Dari ketiga argumen tersebut, maka kita dapat menyimpulkan bahwa kita harus selalu mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi UAS atau Ujian yang lainnya. Maka dari itu, kita harus selalu giat belajar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.


Nama : Munarifah sulis widyatiningsih
No       : 18
Kelas    : X MIA 4






Assalamu’alaikum Wr Wb
Yang terhormat Kepala SMA N 2 Magelang
Yang saya hormati bapak/ibu guru dan staf karyawan TU SMA N 2 Magelang
Serta para hadirin yang berbahagia
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke Hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufik dan hidayah- Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini tanpa suatu halangan apapun. Saya ucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk berdiri di dini. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada:
1.      Bapak Arief Fauzan selaku Kepala SMA N 2 Magelang
2.      Bapak Sartono Jaya selaku Guru Bahasa Indonesia.
Di sini saya akan menyampaikan tentang mengapa kita perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi Ulangan Akhir Semester (UAS). Sebelas hari lagi, tepatnya 3 Desember – 12 Desember 2014, kita akan menghadapi Ulangan Akhir Semester (UAS). Untuk menghadapi UAS, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik. Berikut ini adalah sejumlah argumen mengapa kita perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi UAS.
            Pertama, agar mudah mengerjakan soal. Pada saat UAS telah tiba, pastinya kita akan mengerjakan banyak soal. Maka dari itu, agar kita lancar dan mudah dalam mengerjakan nya, kita harus belajar keras dan juga harus selalu bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan persiapan diri yang baik, kita tidak mungkin berhenti di tengah jalan dalam mengerjakan soal. Pasti kita akan selalu berambisi untuk mengingat apa yang telah kita pelajari dan kita persiapkan agar tidak pernah mengecewakan kedua orang tua dan guru kita.
            Kedua, terhindar dari kegiatan menyontek. Pada saat mengerjakan soal UAS jika kita tidak belajar maka kita akan bingung dalam menjawab soal, dan pasti ujung-ujungnya akan menyontek. Hal ini berbanding terbalik dengan kita, kalau kita telah mempersiapkan diri dengan baik kita akan bertindak jujur dalam mengerjakan soalnya. Dengan kejujuran kita dapat meraih apa yang kita inginkan dengan mudah.
            Ketiga, mendapatkan nilai yang maksimal. Keinginan seseorang dalam mendapatkan nilai yang maksimal tersebut sangatlah besar. Jika kita tidak pernah usaha untuk mendapatkan nilai maksimal tersebut, kita tidak akan pernah mendapatkannya. Maka dengan itu, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh dan persiapkanlah diri kita sebaik mungkin.
            Dari ketiga argumen tersebut, maka kita dapat menyimpulkan bahwa kita harus selalu mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi UAS atau Ujian yang lainnya. Maka dari itu, kita harus selalu giat belajar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb