Kamis, 18 Desember 2014

Laporan Hasil Observasi

Benda di X MIA 4
Benda – benda yang ada di dunia ini memang bermacam – macam. Benda – benda yang akan saya amati ini berada di sekitar lingkup sekolah saya, lebih tepatnya di kelas X MIA 4. Benda – benda yang ada di MIA 4 ini juga beraneka ragam dan dapat dikelompokkan atas persamaan dan perbedaannya. Cara yang aakan kami lakukan ialah dengan mengelompokkan atau mengklasifikasikan.
            Benda – benda di dunia ini dkelompokkan menjadi dua, yaitu benda hidup dan benda mati. Macam benda hidup yang saya dapat dari hasil pengamatan ini ialah adanya hewan – hewan kecil, diantaranya semut, nyamuk, lalat, belalang, kucing, manusia, dan lain – lain. Sedangkan macam benda mati atau tak hidup, diantaranya kursi, meja, almari, papan tulis, tembok, sapu, dan masih banyak lagi.
            Pengelompokkan makhluk hidup(manusia) yang ada di X MIA 4 ditinjau dari
1.     Jenis kelaminnya, yaitu ada yang laki – laki dan perempuan. Jumlah anak perempuannya ada 16 anak dan anak laki-lakinya ada 10 anak.
2.     Tempat tinggalnya, yaitu ada yang berada di daerah kota dan di daerah kabupaten. Siswa X MIA 4 yang berdomisili di daerah kota itu lumayan banyak, diantaranya nurita, karin, aqil, dan lain-lain. Sedangkan yang berada di luar daerah kota atau yang berada di daerah kabupaten itu, diantaranya arinie, sofiana, sayekti, dan lain-lain.
Sedangkan pengelompokan benda mati atau benda tak hidup yang ada di kelas X MIA 4, juga dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1.     Asal-usul bahan dasarnya.
Ditinjau dari asal-usul bahan dasarnya kita pasti telah menemukan suatu gagasan bahwa benda mati bias berasal dari kayu, air, es, batu, dan masih banyak lagi. Kita juga mengetahui contoh-contoh dari hasilnya yaitu : yang berbahan dasar kayu : kursi, meja, almari, garan sapu, frame, dan lain-lain.
Yang berbahan dasar dari batu : pot bunga, tata rambat, patung, dan lain-lain.

Dari data pengelompokan tersebut kita dapat mengetahui bahwa semua makhluk hidup dan benda mati di dunia ini sangatlah beragam jenisnya dan terdiri dari berbagai persamaan dan juga berbagai perbedaannya.


      

Teks Anekdot

Salah Tempat

            Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang bernama Hadi. Hadi sedang berada di suatu rumah sakit, tetapi ia belum sepeuhnya mengetahui tempat-tempat yang berada di rumah sakit tersebut. Pada seketika, hadi berjumpa dengan seseorang yang memakai jas putih dan berjalan seperti orang yang sibuk. Di sekitar tempat tersebut, banyak rang yang mondar-mandir. Hadi berfikir bahwa orang-orang itu adalah orang yang berkepentingan atau orang yang menunggu keluarganya yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut. Sedangkan orang yang memakai jas putih tersebut adalah seorang dokter, tetapi hadi mulai curiga akan tingkah dokter tersebut dan hadi pun merasa asing terhadapnya. Hadi teringat akan tujuannya dating ke rumah sakit tersebut, yaitu untuk melakukan pemeriksaan tubuh atau sering disebut check up. Hadi bertemu lagi dengan dokter aneh itu, dan hadi pun dilayani oleh dokter aneh tersebut. Seketika hadi diperiksa oleh dokter aneh itu, hadi mulai berspekulasi bahwa dokter tersebut sudah tidak waras. Hadi pun segera keluar ruangan tanpa se-pengetahuan dokter aneh itu, karena dokter itu sedang masuk ke dalam ruangan yang tidak jelas bagiku. Aku pun keluar dengan berjalan cepat, dan ketika sampai di depan rumah sakit tersebut ternyata aku baru menyadari bahwa aku masuk ke dalam rumah sakit jiwa khusus orang- orang gila. Bisikku dengan lirih bahwa aku telah di periksa oleh orang gila dan aku pun juga tak menyadarinya sejak awal.

Selasa, 09 Desember 2014

Pentingnya Persiapan Diri Menghadapi UAS

            Sebelas hari lagi, tepatnya 3 Desember – 12 Desember 2014, kita akan menghadapi Ulangan Akhir Semester (UAS). Untuk menghadapi UAS, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik. Berikut ini adalah sejumlah argumen mengapa kita perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi UAS.
            Pertama, agar mudah mengerjakan soal. Pada saat UAS telah tiba, pastinya kita akan mengerjakan banyak soal. Maka dari itu, agar kita lancar dan mudah dalam mengerjakan nya, kita harus belajar keras dan juga harus selalu bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan persiapan diri yang baik, kita tidak mungkin berhenti di tengah jalan dalam mengerjakan soal. Pasti kita akan selalu berambisi untuk mengingat apa yang telah kita pelajari dan kita persiapkan agar tidak pernah mengecewakan kedua orang tua dan guru kita.
            Kedua, terhindar dari kegiatan menyontek. Pada saat mengerjakan soal UAS jika kita tidak belajar maka kita akan bingung dalam menjawab soal, dan pasti ujung-ujungnya akan menyontek. Hal ini berbanding terbalik dengan kita, kalau kita telah mempersiapkan diri dengan baik kita akan bertindak jujur dalam mengerjakan soalnya. Dengan kejujuran kita dapat meraih apa yang kita inginkan dengan mudah.
            Ketiga, mendapatkan nilai yang maksimal. Keinginan seseorang dalam mendapatkan nilai yang maksimal tersebut sangatlah besar. Jika kita tidak pernah usaha untuk mendapatkan nilai maksimal tersebut, kita tidak akan pernah mendapatkannya. Maka dengan itu, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh dan persiapkanlah diri kita sebaik mungkin.
            Dari ketiga argumen tersebut, maka kita dapat menyimpulkan bahwa kita harus selalu mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi UAS atau Ujian yang lainnya. Maka dari itu, kita harus selalu giat belajar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.


Nama : Munarifah sulis widyatiningsih
No       : 18
Kelas    : X MIA 4






Assalamu’alaikum Wr Wb
Yang terhormat Kepala SMA N 2 Magelang
Yang saya hormati bapak/ibu guru dan staf karyawan TU SMA N 2 Magelang
Serta para hadirin yang berbahagia
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke Hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufik dan hidayah- Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini tanpa suatu halangan apapun. Saya ucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk berdiri di dini. Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada:
1.      Bapak Arief Fauzan selaku Kepala SMA N 2 Magelang
2.      Bapak Sartono Jaya selaku Guru Bahasa Indonesia.
Di sini saya akan menyampaikan tentang mengapa kita perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi Ulangan Akhir Semester (UAS). Sebelas hari lagi, tepatnya 3 Desember – 12 Desember 2014, kita akan menghadapi Ulangan Akhir Semester (UAS). Untuk menghadapi UAS, kita perlu mempersiapkan diri dengan baik. Berikut ini adalah sejumlah argumen mengapa kita perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi UAS.
            Pertama, agar mudah mengerjakan soal. Pada saat UAS telah tiba, pastinya kita akan mengerjakan banyak soal. Maka dari itu, agar kita lancar dan mudah dalam mengerjakan nya, kita harus belajar keras dan juga harus selalu bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan persiapan diri yang baik, kita tidak mungkin berhenti di tengah jalan dalam mengerjakan soal. Pasti kita akan selalu berambisi untuk mengingat apa yang telah kita pelajari dan kita persiapkan agar tidak pernah mengecewakan kedua orang tua dan guru kita.
            Kedua, terhindar dari kegiatan menyontek. Pada saat mengerjakan soal UAS jika kita tidak belajar maka kita akan bingung dalam menjawab soal, dan pasti ujung-ujungnya akan menyontek. Hal ini berbanding terbalik dengan kita, kalau kita telah mempersiapkan diri dengan baik kita akan bertindak jujur dalam mengerjakan soalnya. Dengan kejujuran kita dapat meraih apa yang kita inginkan dengan mudah.
            Ketiga, mendapatkan nilai yang maksimal. Keinginan seseorang dalam mendapatkan nilai yang maksimal tersebut sangatlah besar. Jika kita tidak pernah usaha untuk mendapatkan nilai maksimal tersebut, kita tidak akan pernah mendapatkannya. Maka dengan itu, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh dan persiapkanlah diri kita sebaik mungkin.
            Dari ketiga argumen tersebut, maka kita dapat menyimpulkan bahwa kita harus selalu mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi UAS atau Ujian yang lainnya. Maka dari itu, kita harus selalu giat belajar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb